MENGENAL MANUSIA PURBA
1. TEMPAT PENEMUAN MANUSIA PURBA
Manusia Purba banyak ditemukan di tiga wilayah, yaitu:
- Sangiran, Jawa Tengah
- Trinil, Jawa Timur
- Wajak, Jawa Timur
Situs Peninggalan Pra Aksara
Sangiran
Situs saringan merupakan situs pra aksara yang memiliki peran penting dalam memahami proses evolusi manusia dan meerupakan situr yang paling lengkap di Asia. Pada tanggal 5 Desember 1996 situs saringan ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, yaitu The Early Man Site. Pada tahun 1864 P.E.C. Schemulling menemukan fosil vertebrata di Kalioso yang merupakan bagian dari Sangiran. Tahun 1934 ditemukan artefak litik di wilayah Ngebung oleh Gustav Heindrich Ralph von Koenigswald.
Trinil
Trinil berada di di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Situs ini lebih kecil jika dibandingkan Situs Sangiran. Pada tahun 1893 dilakukan penggalian di endapan alluvial di Bengawan Solo, ditemukan atap tengkorak Pithecanthropus Erectus dan berbagai fosil tumbuhan dan hewan purba. Koleksi di Museum Trinil antara lain: Fosil tengkorak Pithecanthropus Erectus, Fosil rahang bawah Harimau purba (Felis Tigris), gigi geraham atas gajah purba (Stegodon Trigonochepalus), Fosil tanduk banteng purba.
Wajak
Berada di Tulungagung, Jawa Timur, B.D. Van Rietschoten menemukan fosil manusia purba lalu di serahkan kepada perkumpulan ahli ilmu alam di Batavia, kemudian fosil tersebut diserahkan kepada Dubois. Selama 5 tahun tinggal di Tulungagung, Dubois menyusuri kembali tempat penemuan van Rietschoten. Pencarian Dubois membuahkan hasil, ia berhasil menemukan fosil sisa hewan, reptil, dan manusia purba, fosil manuisa purba ini dinamakan Homo Wajakensis ditemukan pada tahun 1889.
2. JENIS JENIS MANUSIA PURBA
MEGANTHROPUS
Meganthropus pertama kali ditemukan oleh von Koenigswald pada tahun 1936, dan terakhir pada tahun 1941 penemuan rahang manusia berukuran besar, para ahli kemudian menamai manusiaourba ini dengan sebutan "Meganthropus Paleo Javanicus".
Ciri ciri Meganthropus:
- Tulang pipi tebal
- Kening menonjol
- tidak memiliki dagu
- Geraham besar
- Memiliki badan tegap
- rahang bawahsangat tegap
- Memiliki bentuk gigi homonim
- Memakan tumbuhan
- Otot otot kunyah sangat kuat
- Kepala bagian belakang sangat menonjol
PITHECANTHROPUS
Manusia purba ini memiliki ciri ciri:
- Memiliki tubuh tegap dengan tinggi badan 165 - 180 CM
- Dagu belum ada
- Hidung lebar
- Volume otak berkisar 750 - 1300 cc
Jenis ini diperkirakan hidup dan berkembang di zaman pleistosen tengah. Pithecanthropus ada dua jenis yaitu Pithecanthropus Erectus dan Pithecanthropus Mojokertensis.
HOMO
Manusia purba jenis homo disebut juga Homo erectus. Fosil pertamaklai ditemukan oleh van Rietschoten di wajak dan dilanjutkan oleh Eugene Dubois.
Memiliki ciri ciri:
- Muka lebar
- Hidung dan mulut menonjol
- Dahi menonjol
- Bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan manusia sekarang
Homo ada dua macam yaitu homo wajakensis di Tulungagung Jawa Timur, Homo Floresiensis di Gua Liang Bua NTT
3. PERDEBATAN ANTARA PITHECANTHROPUS ERECTUS KE HOMO ERECTUS
Penemuan fosil-fosil Pithecanthropus oleh Dubois dihubungkan dengan teori evolusi manusia yang dituliskan oleh Charles Darwin.
Dubois menyatakan bahwa, menurut teori evolusi Darwin, Pithecanthropus erectus adalah peralihan kera ke manusia.
Perdebatan itu kemudian berlanjut hingga ke Eropa, ketika Dubois mempresentasikan penemuan tersebut dalam seminar internasional zoologi pada tahun 1895 di Leiden, Belanda, dan dalam pameran publik British Zoology Society di London.
Seorang ahli biologi menyatakan bahwa standar zoologis tidak dimungkinkan memisahkan Pithecantropus erectus dan Sinanthropus pekinensis dengan genus yang berbeda dengan manusia modern.
perbedaan itu hanya perbedaan species bukan perbedaan genus. Dalam pandangan ini maka Pithecanthrotus erectus harus diletakkan dalam genus Homo, dan untuk mempertahankan species aslinya, dinamakan Homo erectus.
Komentar
Posting Komentar